SUKSESKAN PEMILU SERENTAK TAHUN 2019 RABU 17 APRIL 2019. PASTIKAN ANDA TERDAFTAR SEBAGAI PEMILIH PADA PEMILU TAHUN 2019, JIKA BELUM SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA KE PPS/PPK/KPU KABUPATEN
  Menu Utama
 
  Web Statistik
Status
Visitor hari ini : 112
Visitor online : 2
IP : 54.224.220.72

Detail Statistik
 
  Web Links
 
  Agenda Kegiatan
Sosialisasi Tahapan dan Regulasi Pemilu 2019
  Rabu, 11 Oktober 2017
Rapat Pengenalan tentang Aplikasi SIPOL
  Senin, 22 Mei 2017
Kunjungan SMK Negeri 3 Kerato Unter Iwes ke RPP Bala Late KPU Kab. Sumbawa
  Selasa, 23 Mei 2017
 

YAN MARLI : PRAKTEK DEMOKRASI TELAH DILAKSANAKAN SEBELUM INDONESIA MERDEKA

 

Sebelum Indonesia merdeka, ternyata kita sudah melakukan pemilu. Tahun 1908 sebagai tahun awal mulanya berdiri paham budi utomo, pada saat itu sudah mencirikan bahwa Indonesia tidak boleh terpisah, yang artinya negara kita harus segera melahirkan pemimpin secara demokratis . Tahun 1928 lahirlah sumpah pemuda yang dimana generasi-generasi 1908 atau budi utomo yang sudah tua dengan sadar menyerahkan kepada generasi muda untuk memperjuangkan aspirasi 1908. Akhinya pada tahun 1927 sudah ada 2 pemilu lokal di Indonesia. Pemilu yang pertama dilakukan di Jogja dan pemilu kedua dilakukan di Minahasa. Pemilu itu dilakukan untuk memilih anggota DPRD lokal yang pada saat itu memang belum ada DPRD pusat. Di Jogja memilih 40 anggota DPRD sedangkan di Minahasa memilih 25 anggota DPRD, ini mengajarkan kepada kita sebenarnya ideologi demokrasi bukanlah buah ideologi impor dari luar negeri, bukanlah ideologi yang dibawa oleh para penjajah Eropa yang datang ke Indonesia, tetapi darah yang mengalir di Indonesia adalah darah demokrasi yang artinya untuk memilih pemimpin atau mengganti siklus kepemimpinan harus melalui pemilihan yang disebut demokrasi.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Yan Marli selaku ketua divisi SDM dan Parmas KPU Provinsi NTB pada acara sosialisasi Tatap Muka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 dengan Kepala Sekolah dan Guru PPKN se Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat di aula SMKN 1 Sumbawa pada hari senin, 14 Mei 2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka sosialisasi tentang pemilu dan demokrasi khususnya pemilihan kepala daerah yang dalam hal ini adalah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018. Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah dan guru PPKN se Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta para komisioner KPU Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, dangan narasumber Yan Marli selaku ketua divisi SDM dan Parmas KPU NTB dan H. Surya Bahari kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut, Yan Marli menyampaikan urgensi dilaksanakannya kegiatan sosialisasi. Yan Marli memaparkan bahwa regulasi yang selalu berubah membuat KPU tidak bisa melakukan sosialisasi secara masif tanpa melibatkan berbagai pihak terutama yang masuk sebagai stekholder pemilu. Stekholder pemilu yang sangat bersentuhan langsung salah satunya yakni dinas pendidikan yang dalam hal ini bapak dan ibu guru. “Bapak dan ibulah sesungguhnya Pilar demokrasi dan pilar pemilu yang akan menularkannya secara langsung kepada anak didiknya. Data menunjukan  bahwa sekitar dua ratusan ribu pemilih yang akan menggunakan hak suaranya nanti pada tanggal 27 juni ialah pemilih pemula, yang dimana pemilih pemula tersebut saat ini berapa di kelas 11 dan 12. Oleh karena itu, kami KPU NTB melakukan kerja sama bersama Kadis DIKBUD Provinsi NTB untuk melaksanakan sosialisasi.” Demikian terangnya

Lebih lanjut, Yan Marli berharap bantuan dari kepala sekolah dan bapak/ibu guru agar dapat mensosialisasikan kepada peserta didiknya, untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan cara yang cerdas dan rasional . Dalam acara sosialisasi tersebut juga disosialisasikan bahwa pada tahun 2024 akan ada dua pemilu yakni pemilu legislatif serentak kedua dan pemilihan kepala daerah serentak pertama seluruh Indonesia. Pemilu legislatif serentak pertama akan dilakukan pada tahun 2019 yakni pada tanggal 17 april 2019. Pada tahun 2024, Pemilu legislatif serentak kedua jatuh pada bulan april 2024 dan pemilihan kepala daerah serentak pertama seluruh Indonesia yang melibatkan 548 Provinsi dan Kabupaten/Kota jatuh pada bulan novenber 2024. Jadi april 2024 pemilu legislatif serentak kedua, November 2024  pemilihan kepala daerah pertama seluruh Indonesia.  Jadi setelah tahun 2024  tetap lima tahun sekali kita melakukan pemilihan dua kali, yakni pemilu legislatif dan pemilihan kepala daerah.

Sumber : subbag teknis
 
 
 
 
Profil Keanggotaan KPUD
 
 
 
  Kalender
August 2018
SunMonTueWedThuFriSat
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
 
  Partai Peserta Pemilu
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Web Polling
 
 
Bagaimana tampilan web ini menurut anda..?


Bagus Sekali ( 237 )
Cukup Bagus ( 178 )
Kurang Bagus ( 99 )


514 total votes

 
 
 
 
 
 
Copyright © 2012 Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Sumbawa
Design by KPUD Kabupaten Sumbawa